Walther Hewel lahir pada tahun 1904 dari pasangan Anton
Hewel dan Freiin Elsa von Lindenfels di Cologne, Rhineland di Jerman, ayahnya
pemilik pabrik pengolahan kopi dan kakao ; yang ketika meninggal pada tahun
1913, sang ibu Elsa terus menjalankan perusahaan. Keluarga ibunya memiliki
hubungan keluarga yang luas dengan Inggris.
|
Technische Universität München |
Walther Hewel menyelesaikan pendidikan menengah dikota
kelahirannya pada tahun 1923 dan selanjutnya kuliah di Technische Universität München.
Ketika berusia muda, dia adalah salah satu anggota paling
awal Partai Nazi. Saat berusia 18 tahun, bergabung dengan Stosstrupp Hitler,
satuan pengawal yang pernah dibentuk pada awal berdirinya Partai Buruh
Nasional-Sosialis Jerman (Partai Nazi) ; lebih dikenal sebagai stormtroopers kaos coklat ( Braunhemden).
Satuan ini didirikan pada Mei 1923 di Kota München dan berperan sebagai
pengawal Hitler. Anggota Stoßtrupp turut serta dalam peristiwa Bierkeller
Putsch, dan setelah kegagalan upaya kudeta tersebut, organisasi ini dilarang
bersama dengan Partai Nazi. Schutzstaffel dibentuk pada April 1925 sebagai
pengganti Stoßtrupp.
Di tahun 1926 Walther Hewel magang komersial di Hamburg , setelah itu ia menghabiskan satu tahun di Inggris bekerja disebuah
perusaahan agribisnis besar saat itu bernama Anglo-Dutch Plantations of Java
Ltd.
Sejak mahasiswa, Hewel mengagumi Nazi dan berambisi menjadi
anggota “Stroßtupp Hitler” cikal bakal SS
(Schutzstaffel der NSDAP) atau pasukan khusus untuk melindungi Hitler. Pada
umur 19 tahun Hewel dijebloskan ke penjara karena mengibar-ngibarkan bendera
Nazi pada waktu Hitler melakukan aksi menggulingkan pemerintah Weimar pada
1923. Hewel didakwa sebagai pengkhianat negara dan dibui 3 bulan.
Tak lama setelah bebas, ia masuk bui lagi dan ditempatkan di
tahanan Landsberg. Tapi di tahanan Landsberg inilah ia mengenal Hitler
lebih dekat lantaran Hitler juga dikerangkeng di penjara yang sama. Sel Hewel terletak persis di sebelah sel
Hitler, dan ia diizinkan melayani Hitler di selnya. Hewel keluar dari penjara
pada 30 Desember 1924 atau 10 hari setelah Hitler bebas.Anglo-Dutch Plantations of Java Ltd yang sebelumnya bernama Pamanoekan & Tjiasem Landen mempunyai
konsesi yang sangat luas (hampir seluas Kabupaten Subang di Jawa
Barat) ; mengeksploitasi berbagai macam budidaya
yang mana setelah nasionalisasi 1957, dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara
VIII. Hindia Belanda dikenal Hewel dengan baik karena ia berasal
dari keluarga pedagang komoditas kopi dan kakao yang berasal dari Hindia
Belanda. Pada 1927, ketika berusia 23 tahun, Hewel pergi ke Hindia Belanda
dengan menumpang kapal Belanda SS Rembrandt. |
Kantor Pusat Pamanoekan En Tjiasem Landen tahun 1905 |
|
Eks Kantor Pusat Pamanoekan En Tjiasem Landen tahun 2021 |
|
Di Hindia Belanda Hewel bekerja sebagai asisten
administrator perkebunan milik Belanda “Neglasari“ di Garut, Jawa Barat. Pada
1931 ia menjadi salah satu inisiator berdirinya perwakilan Nazi di luar negeri
atau NSDAP/Ausland Organisation. Ketuanya F.K. Traumann, administrator
perkebunan ”Kedondong“ di Lampung. Hewel menjabat atase pers di tempat itu.
Saat Hawel masih tinggal di Batavia anggota NSDAP di luar
negeri cukup banyak. Pada 1933 jumlah anggota NSDAP Hindia Belanda mencapai
sekitar 1.000 orang. Perlu diketahui, orang-orang Jerman banyak tinggal di
Hindia Belanda sejak abad ke-17. Ribuan pemuda dengan bahasa ibu Jerman bekerja
sebagai pelaut, tukang, peneliti, seniman, ilmuwan, atau pegawai pemerintah dan
tentara VOC.
Boleh dibilang setengah dari jumlah pegawai VOC adalah
“orang asing“: Polandia, Swiss, Austria, Jerman. Adapun Jerman menempati jumlah
terbanyak. Pada abad ke-18, misalnya, 2.000 tentara bayaran dikirim bangsawan
Jerman Carl Eugen von Württemberg untuk mendukung tentara VOC dengan harga 300
ribu gulden. Geerken menemukan data sebelum Perang Dunia II jumlah orang Jerman
di Asia-Pasifik hampir 400 ribu orang. Dan populasi terbesar di Hindia Belanda.
|
Aktifitas Nazi di Bandung.
|
|
Nazi di Medan ; toko roti Konditorci E Epperlein & Co , Kesawan 100, perusahaan Jerman di Medan yang ditutup pada Mei 1940.
|
Faktor itu pula barangkali yang membuat NSDAP Hindia Belanda
menjadi NSDAP/AO kedua terbesar di kawasan Asia Pasifik yang mendanai semua
kegiatan patriotik yang mendukung ideologi dan politiknya di Batavia. Salah
satunya adalah menyokong koran berbahasa Jerman yang terbit di Batavia,
Deutsche Wacht. Koran ini muncul dua minggu sekali dan tersebar sampai keluar
Hindia Belanda.
Koran ini didirikan pengusaha Emil Helfferich pada 1915.
Helfferich dikenal sebagai pengusaha sukses. Ia memiliki perusahaan impor
berbagai bahan mentah (karet, tambang, dan lain-lain) bernama Strait und Sunda
Syndicate. Ia adalah pendiri kamar dagang Jerman di luar negeri. Dia juga
pemilik perkebunan teh lebih dari 4.000 hektare di Cikopo, Puncak, Jawa Barat,
yang sekarang menjadi bagian PTPN VIII Kebun Gunung Mas.
Walau bukan anggota NSDAP, Helfferich adalah seorang
simpatisan Nazi sejati. Korannya selalu memuat berita patriotik mendukung
gerakan Nazi. Di salah satu terbitannya, Helfferich, misalnya, menulis begini:
“Kita melayani tanah air dengan cinta, darah, dan kesetiaan. Dan kita bangga
melakukannya.”
Dengan Helfferich inilah Hewel banyak bertukar cerita
tentang masalah Hindia Belanda sebagai bahan informasi untuk Hitler. Hampir 30
tahun menuai bisnis di Asia Tenggara (Penang, Singapura, dan Hindia Belanda),
Helfferich kembali ke Jerman pada 1928 dan hidup bersama seorang pelukis
bernama Dina, perempuan Indo Belanda asal Jawa.
|
Walther Hewel dengan uniform SS-Brigadeführer (Mayor Jenderal) |
Kemampuan diplomasi Hewel tampaknya juga dilatarbelakangi
sebelumnya saat masih bekerja sebagai kepala urusan pemasaran komoditas kopi di
perusahaan perkebunan Anglo Dutch Plantation of Java Ltd di Subang. Pada
masa-masa itu, Hewel juga terbiasa bertemu banyak karakter orang Eropa saat
menjual kopi di Gedung Lelang de Vries Bandung depan Sociteit Condordia
(sekarang Gedung Merdeka), lalu kemudian naik jabatan menjadi administratur
perkebunan.Pada tahun 1933 Walther Hewel menjadi anggota Organisasi
Asing Sosialis Nasional sebagai kepala seksi luar negeri Hindia Belanda, kepala
kegiatan usaha di grup lokal Bandung dan petugas pers grup nasional Hindia
Belanda.
Masyarakat Jerman di
Hindia Belanda terbagi menjadi dua kelas ; Reichsdeutsche bergabung dengan Partai
Nazi dalam jumlah besar selama perang dan Volksdeutsche, Belanda yang
dinaturalisasi, dianggap oleh yang pertama sebagai setengah Belanda dan karena
itu tidak dapat dipercaya. Setelah invasi ke Belanda, bukan hanya warga negara
Jerman yang diasingkan, tetapi juga yang lainnya, meskipun mereka memang
memiliki paspor Belanda. Belanda masih menganggap mereka setengah Jerman.
|
Momen Kedekatan Walther Hewel dengan Eva Braun
|
Karena pengalamannya yang luas di luar negeri di Inggris
Raya dan Hindia Belanda, serta pendidikan dan kompetensi linguistiknya (Jerman,
Inggris, Prancis, Spanyol, Belanda dan Melayu) Walther Hewel ditugaskan untuk memahami masalah internasional. Selain memiliki pengetahuan
profesional yang sangat baik, dia adalah seorang pembicara yang baik dan mudah
bergaul, dan dengan status sosialnya ia dapat bergerak dengan percaya diri di lingkaran
internasional tertinggi. Hitler mampu melihat kualitas-kualitas yang berharga
ini dan mungkin menjadi alasan mengapa Hitler mempertahankan kontak dengan
Walther Hewel setelah waktu mereka di Landsberg.
Hitler sepertinya tidak pernah melupakan hari ulang tahun
Walther Hewel, bahkan ketika dia berada di perkebunan di Neglasari: ada
beberapa surat dari Jawa di antara dokumennya yang berterima kasih kepada
Hitler untuk hadiah ulang tahun. Kemudian, bahkan selama perang Walther Hewelselalu berterima kasih kepada Hitler setiap tahun
untuk ucapan selamat ulang tahun dan hadiah.
Pada akhir tahun 1935 Walther Hewel menerima undangan
pribadi dari Hitler untuk bekerja untuknya di Jerman. Dia menawarkan posisi
penting, dan Walther Hewel menjawab panggilan itu. Pada Januari 1936, Walther
Hewel memulai perjalanan lautnya untuk kembali ke Jerman, dan karena ia memiliki
pesan rahasia untuk berbagai organisasi Nazi di Timur Jauh, membawanya melalui
Hong Kong ke Shanghai, dan melalui Nagasaki, Kobe, dan Tokyo ke Yokohama.
Setelah misinya di Cina dan Jepang selesai, Walther Hewel
naik kapal lain di Yokohama dan berlayar melalui Honolulu ke San Francisco. Dia
tiba di Cologne pada April 1936 setelah melakukan perjalanan dari New York
melalui Hamburg dan melaporkan kedatangannya kepada Hitler pada 5 Juni 1936.
Karir Walther Hewel di Partai Nazi di Berlin sangat
cepat. Dia mulai bertanggung jawab atas kantor pusat Organisasi Asing partai.
Awalnya dia adalah penasihat utama Ribbentrop untuk Inggris Raya yang menyebabkan
dirinya bepergian ke Inggris hampir setiap minggu.
Pada tahun 1937 Walther Hewel menjadi kepala divisi Asia
Timur di Berlin, dengan demikian juga bertanggung jawab untuk menangani
kelompok-kelompok lokal di Hindia Barat Belanda. Pada tahun yang sama ia pindah
ke Dienststelle Ribbentrop [Kantor Ribbentrop], perpanjangan dari staf Hitler
yang menangani urusan luar negeri. Dia mulai sebagai kepala hubungan
Anglo-Jerman, dan kemudian dari tahun 1938 hingga akhir perang, Walther Hewel
adalah Wakil Tetap Menteri Luar Negeri Reich Ribbentrop di staf Hitler.
Karir Walther Hewel di SS juga berkembang dengan sangat cepat. Pada tanggal 12 September 1937 ia bergabung dengan SS sebagai
Sturmbandführer (setara dengan mayor angkatan darat) dengan nomor 283985.29
Sejak tahun 1942 ia sudah menjadi SS-Brigadeführer (mayor jenderal
angkatan darat). Di Kementerian Luar Negeri Walther Hewel adalah Penasihat
Perwakilan Kelas Satu pada tahun 1938 dan sejak tahun 1943 ia menjadi duta
besar tanpa portofolio dengan pangkat Sekretaris Negara.
Walther Hewel adalah khas Rhinelander, dengan sifat periang
dan cinta kenyamanan, selalu siap untuk lelucon. Dia adalah pria yang
menyenangkan dan cerdas, tampan, tinggi, kekar dengan bahu lebar dan rambut
hitam. Dia membuat kesan segar, sporty dan dengan keanggunan sosialnya dia bisa
bergerak di masyarakat di semua tingkatan. Di lingkungan Hitler yang lebih
akrab dan di antara teman-temannya, Walther Hewel, karena hubungannya dengan
Jawa, dijuluki Surabaya Wally merujuk pada lagu Brecht, Surabaya Johnny.
Walther Hewel bertemu dengan Hitler hampir setiap hari untuk melaporkan atas
nama Ribbentrop dalam urusan luar negeri dan untuk menjatuhkan nama Hitler.
keputusan secara tertulis untuk mengembalikan ke Ribbentrop.
Tidak ada seorang pun di lingkaran dekat Hitler selain Eva
Braun yang sedekat Walther Hewel, seperti yang terlihat jelas dari entri demi
entri dalam buku harian Walther Hewel.
Meskipun Hitler selalu mendengarkannya, Walther Hewel selalu
merasa bahwa dia salah arah jika menyangkut kebijakan Inggris. Karena
pendidikannya, pengalamannya dan sikap kosmopolitannya, Walther Hewel selalu
pro-Inggris. Dia terus-menerus – seperti Hess – mencoba dengan sia-sia untuk
mencapai kesimpulan damai atas konflik dengan Inggris. Walther Hewel menginginkan
aliansi dengan Inggris yang akan memungkinkan akuisisi Lebensraum Hitler yang
sangat diinginkan di Eropa Timur. Sikapnya terhadap perang dengan Rusia juga
sangat skeptis.
Walther Hewel bukan hanya pembicara yang baik, dia juga
pendengar yang baik. Ini, bersama dengan sifat-sifat baiknya yang lain, tidak
diragukan lagi menjadi alasan mengapa Hitler selalu ingin dia menemaninya ke
acara-acara sosial dan resepsi kenegaraan. Dia bahkan salah satu pihak Hitler
pada kesempatan bersejarah ketika gencatan senjata antara Prancis dan Jerman
ditandatangani di gerbong kereta api di Compiègne pada 22 Juni 1940. Baru-baru
ini ditemukan materi film menunjukkan bahwa Walther Hewel selalu sangat dekat
dengan Hitler pada kesempatan ini, menunjukkan betapa pentingnya dia baginya.
Pada banyak kesempatan ketika kepala penerjemah Hitler Paul Otto Schmidt tidak
ada, Walther Hewel mengambil alih tugasnya. Ketika Hitler melakukan percakapan
yang sangat rahasia dengan mitra asing, dia biasanya menggunakan Walther Hewel
daripada penerjemah resmi.
Dalam acara-acara resmi dan pribadi, Walther Hewel pasti
pernah bercerita tentang masa-masanya di Hindia Belanda. Dia mencintai negara
tropis itu dan orang-orangnya yang menyenangkan, dengan siapa dia telah bekerja
begitu lama. Sebagai penasihat tetap Hitler dalam masalah Asia Timur dan
Tenggara, orang dapat melihat dari beberapa dokumen yang masih ada bahwa
Walther Hewel mengobrol dengan Hitler secara pribadi tentang kepulauan raksasa
yang sekarang menjadi Indonesia, memberinya informasi dan membuatnya lebih
mengenal pulau-pulau itu.
Betapa besar minat Hitler di Hindia Belanda ditunjukkan
dalam pesan dari Sekretaris Negara Ahrens pada tanggal 30 September 1940 meminta
salinan laporan Hindia Belanda. Dia menulis bahwa dia ingin memberi tahu Hitler
yang sering bertanya tentang Hindia Belanda.
The Stuttgarter Illustrierte memuat dalam edisi Maret 1942
sebuah photoreport oleh Antonescu tentang Jawa, Bali dan Sumatera. Helmut Laux
menunjukkan hal ini kepada Walther Hewel pada 3 Maret 1942. Walther Hewel
membalas surat (5 Maret 1942) bahwa majalah ini sudah ada di kantor Adolf
Hitler di Markas Besar Führer dan bahwa Hitler telah membaca sebagian isinya.
Ketertarikan Hitler pada Hindia Belanda mungkin bukan karena
budaya dan masyarakatnya, melainkan karena bahan mentah yang tak habis-habisnya
dan beraneka ragam di wilayah kaya itu. Reich Jerman memiliki rencana empat
tahun ambisius yang bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan pada bahan
impor.
Menteri Propaganda Joseph Goebbels pasti juga tertarik
dengan Hindia Belanda – Emil Helfferich, yang merupakan teman pribadinya,
mungkin juga berbicara dengannya tentang pengalamannya selama bertahun-tahun di
Hindia Belanda. Rekan Helfferich, pelukis Dina Uhlenbeck Ermeling, sering hadir
dalam pertemuan mereka. Dina adalah seorang Indo: ayahnya orang Belanda dan
ibunya orang Jawa. Seperti kebanyakan wanita Indo, Dina adalah patung, cantik,
menarik dan cerdas. Dengan wajahnya yang ekspresif, bibirnya yang ramping,
kulitnya yang gelap dan rambut hitamnya yang lebat, dia pasti telah muncul
sebagai bunga eksotis di Jerman. Seperti yang disebutkan Helfferich dalam
buku-bukunya, Goebbels sangat tertarik dengan Dina dan menunjukkan minat yang
tidak disembunyikan sebagai womenizer meskipun bukan seorang Arya.
Hewel dikenal sebagai loyalis Hitler yang perhatian. Bahkan
ia disebut sebagai pendengar yang baik saat Hitler berbicara panjang mengenai
topik-topik seperti anti-Semitisme.
Meski dikenal sebagai pemimpin yang baik dan menyenangkan,
nyatanya Hewel ialah seorang pemalu bila didekat perempuan. Bahkan, lucunya
orang sekeras Hitler pernah menjadi 'mak comblang' baginya. Walaupun akhirnya
dia menikah dengan Elizabeth, seorang perawat Palang Merah yang menyelamatkan
dirinya kecelakaan pesawat pada 21 April 1944.
Sampai Hitler bunuh diri pada 30 April 1945, Hewel tetap
setia bersamanya. Hewel merupakan salah seorang individu dari sekian banyak
orang yang terlibat panjang dalam kehidupan Hitler.
Sebagai salah seorang loyalis Hitler, cara kematiannya pun
sama. Hewel membuat pernyataan yang menyatakan bahwa dia berencana melakukan
bunuh diri. Dia bunuh diri dengan cara menggigit sebuah kapsul sianida dari
Hitler dan menembak kepalanya juga menggunakan pistol dari sahabatnya tersebut.
------------------------------------------------
Sumber :
Hitler's Asian Adventure - Horst
H. Geerken, Books on Demand GmbH,Bukit Cinta Book, 2015.
Nazi Di
Indonesia - Sebuah
Sejarah Yang Terlupakan, Nino
Oktorino,
Penerbit PT Elex Media
Komputindo, 2015.
berbagai sumber.